Amra Ahmad

Minggu, 17 Juli 2011

Memasang Statistik dan Tracker pada laman Web/Blog

Salah satu blog tool sekaligus sebagai aksesori blog yang sering di gunakan oleh para blogger yakni memasang statistik dan tracker. Dengan adanya statistik blog, maka kita yang mpunya blog ataupun yang berkunjung pun dapat mengetahui berapa pengunjungkah yang pernah berkunjung ke blog kita. selain itu juga bisa sekaligus sebagai tracker yakni kita bisa mengetahui para pengunjung blog kita datang dari mana, apakah dari search engine, blog lain ataupun darimana saja kita dapat mengetahuinya.

Sekarang bagaimana caranya kita membuat statistik tersebut? cara yang mudah yaitu kita menggunakan situs penyedia statistik. Di internet banyak sekali situs penyedia statistik gratis, sebagai contoh adalah situs http://www.sitemeter.com. Berikut adalah contoh tool yang bisa kita pilih :
Untuk mendapatkannya silahkan ikuti langkah-langkah berikut :


  1. Silahkan kunjungi situs http://www.sitemeter.com.
  2. klik tulisan Sign Up untuk melakukan pendaftaran
  3. klik tombol bertuliskan Next
  4. Klik tombol Next lagi
  5. Isi semua tabel yang ada lalu klik tombol Next lagi
  6. Isi lagi tabel yang ada, lalu klik tombol Next lagi
  7. klik tombol Next lagi
  8. klik tombol Next lagi ( cape dech next..next melulu   emoticon.gif )
  9. Setelah ada keterangan proses sign up selesai, anda harus melakukan veryfikasi, silahkan buka email yg anda berikan
  10. Buka email yang datang dari sitemeter.com, di dalamnya ada username dan password anda untuk login ke sitemeter.com
  11. Silahkan login dengan id anda
  12. Bila sudah login, Klik menu Manager
  13. Klik Menu Meter Style untuk memilih gaya dari site meter anda
  14. Pilih style yang anda sukai, kemudian klik tombol Select
  15. Klik menu HTML Code
  16. Klik tulisan Adding site Meter to a Blogger.com Site
  17. copy semua kode HTML yang di berikan lalu paste pada Notepad
  18. Klik menu Logout untuk keluar dari situs tersebut
  19. Selesai, tinggal memasukan kode yang kita dapat ke dalam blog kita

Sekarang tugas kita adalah memasukan kode yang sudah kita dapat ke dalam blog, ikuti langkah- langkah berikut :
khusus blog dengan template klasik :
  1. Sign in di blogger dengan id anda
  2. Klik menu TEMPLATE
  3. Klik Edit HTML
  4. Klik Edit (yang ada pada bar menu browser anda)
  5. Klik Find (on this page)... ⇒ untuk mempercepat pencarian
  6. Tuliskan kata dimana anda ingin tempatkan, contoh di blog saya adalah blogger (karena dekat dengan tombol blogger) klik Find
  7. Copy & paste kode yang telah di simpan di notepad tadi, lalu klik tombol Preview untuk melihat perubahan yang terjadi
  8. Jika sudah cocok dengan perubahan tadi, Klik Save Template Changes. Selesai
Sedikit tambahan, bila anda ingin site meter posisinya berada di tengah-tengah, tinggal tambah kode <center> ...kode site meter... </center>


Untuk blog dengan Template baru :
Login di blogger dengan ID anda
  1. Klik menu layout
  2. Klik Elemen Halaman
  3. Klik Tambahkan sebuah Elemen Halaman
  4. Klik TAMBAHKAN KE BLOG pada menu HTML/JavaScript
  5. Tulis Judul site meter anda pada isian di sebelah form judul (bila ingin ada keterangan. kalau tidak, ya kosongkan saja)
  6. Copy & paste kode Site meter pada kolom isian
  7. Klik tombol Simpan Perubahan
  8. Klik Elemen yang baru anda buat tadi, tahan lalu pindahkan ke tempat yang anda inginkan ( di drag & drop)
  9. Klik tombol PRATINJAU untuk melihat perubahan yang baru di lakukan
  10. Bila sudah cocok dengan perubahan tadi, klik tombol SIMPAN
  11. Selesai

Label: , , , , ,

Selasa, 31 Mei 2011

Kiat Mengendalikan Waktu

 


Semua orang memiliki jumlah waktu yang sama setiap harinya. Dalam satu minggu kita menghabiskan 168 jam. Setengah dari waktu yang kita gunakan habis karena empat hal, yaitu: tidur, makan, bergaul dan hubungan interpersonal.
Sering kali ditemui bahwa banyak mahasiswa yang masih belum dapat mengatur waktu dengan cara efisien sehingga mereka mengalami kesulitan dalam mengatur jadwal yang tentunya sangat penuh dengan aktivitas dan juga kegiatan belajar.
Masalah yang muncul dalam mengatur waktu adalah jika setiap hari kita memiliki kegiatan dan sulit untuk dikontrol, maka masalah akan muncul. Masalah yang muncul tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu perencanaan yang tidak terorganisasi, tidak jelas, melenceng, tidak konsisten, tidak ada tujuan, dan kurang efektif dalam menggunakan waktu. Akan sangat membantu jika kita menuliskan beberapa masalah yang muncul dalam pengaturan waktu.
Ada beberapa tips atau strategi yang dapat membantu mahasiswa dalam mengatur waktunya agar lebih berhasil dalam belajar dan beraktivitas:
1) Perhatikan kapan waktu luang yang dimiliki. Waktu luang yang dimaksud adalah waktu yang membebaskan kita dari segala aktivitas kuliah, kursus atau kegiatan lainnya.
2) Perhatikan kondisi kita yang paling fit untuk belajar, misal dimalam hari atau dini hari.
3) Buatlah jadwal untuk mengatur waktu belajar dan juga akitivitas yang akan dilakukan. Idelanya, waktu untuk belajar adalah 50 menit ditambah waktu istirahat. Buat variasi dalam belajar, misal ganti lokasi belajar atau ajak teman untuk belajar.
4) Jagalah motivasi belajar dengan cara membuat target.
5) Perhatikan kondisi tubuh. Kesehatan adalah segalanya. Karena itu, dalam membuat jadwal masukkan juga waktu istirahat.
6) Saat belajar tidak selalu harus melakukan tugas. Buatlah waktu untuk membaca materi pelajaran dua kali. Pertama, sebelum memulai kuliah (masuk kuliah) dan kedua setelah kuliah. Hal tersebut akan membantu ingatan jangka panjang.
7) Setelah melakukan semua kegitan, maka sisakan waktu lima menit untuk mengevaluasi kegiatan Anda. Apakah sudah dijalankan sesuai jadwal atau sebaliknya.


Ini ada bacaan bagus tentang waktu, bagus buat kita semua. Sebagai penambah wawasan untuk semua.

Apa pendapat anda tentang "waktu", suatu anugerah atau justru pengekang hidup?
Tuhan menganugerahi waktu 24 jam sehari bagi setiap orang untuk beraktivitas dan menikmati hidup. Sudah cukupkah ? Apakah kita sering merasa kekurangan waktu, bahkan seolah-olah hidup kita begitu dikendalikan oleh waktu ?
Ketika jam weker berbunyi, kita harus segera bangun dan bersiap ke sekolah, jika tidak, kita akan terlambat, padahal mata masih terasa berat dan tubuh masih ingin menikmati kasur yang empuk. Kita harus bekerja keras untuk menyelesaikan setumpuk tugas-tugas, karena deadline waktu yang tidak boleh kita langgar. Kita harus menghafal banyak bahan pelajaran karena tiba waktu untuk ulangan. Bahkan kita harus mulai kuliah, kerja, menikah, pensiun, dan sebagainya, karena sudah tiba waktu untuk semua itu. Jadi sebenarnya seberapa 'berkuasanya' waktu itu ?
Waktu dapat menjadi pengekang hidup, jika kita membiarkan diri dikendalikan olehnya, tapi waktu menjadi suatu anugerah, jika kita mampu mengendalikan dan mengelolanya dengan bijaksana serta melihatnya sebagai kesempatan untuk mengalami hal-hal yang bermakna. Jadi, kita yang memegang kendali atas waktu, bukan waktu yang mengendalikan kita.
Sudahkah anda membuat waktu anda bermakna ?
Sebelum membahas lebih jauh tentang manajemen waktu, kita perlu memahami dua pengertian tentang waktu, yaitu sebagai kronos dan kairos.
Kronos adalah waktu-waktu yang kita jalani, misalnya Senin, Selasa, sehari, sebulan, setahun. Seringkali kita menggunakannya pada istilah kronologis. Sedangkan kairos adalah waktu yang bermakna bagi kita. Dari usia 0 tahun hingga 17 tahun kita menjalani kronos, tapi dalam kurun waktu itu pasti ada saat-saat penting yang membawa kesan tersendiri bagi kita, misalnya saat pertama masuk sekolah, saat bertengkar dengan sahabat, saat pertama kali jatuh cinta, saat gagal di ujian, saat menjadi juara di pertandingan olahraga. Bagaimana reaksi kita pada saat itu dan bagaimana kita menghadapinya ? Pelajaran apa yang kita peroleh dari peristiwa itu ?
Itulah kairos, saat-saat bermakna dalam perjalanan hidup yang membentuk karakter diri kita.
Kairos tidak harus berupa peristiwa besar, mungkin hanya peristiwa kecil / sepele, tapi yang penting kita bisa belajar sesuatu dari peristiwa itu. Intinya, marilah kita belajar peka untuk melihat makna dibalik peristiwa. Ada perbedaan besar antara orang yang hanya sekedar menjalani kronos dengan orang yang mampu melihat kairos-kairos dalam hidupnya.
Orang yang mampu memahami waktu sebagai kairos, melihat hidup sebagai kesempatan , bukan sekedar hidup yang dijalani begitu saja tanpa makna. Kesempatan untuk mengalami suka dan duka, sukses dan gagal, yang memproses diri kita menjadi pribadi yang matang dan tangguh. Kesempatan untuk mengisi hidup ini dengan banyak hal yang bermakna..
Kita masuk perguruan tinggi selama 4 atau 5 tahun, apakah hanya untuk mendapat gelar sarjana ? Harus lebih dari itu, waktu-waktu itu akan menjadi kesempatan untuk meraih kairos-kairos. Kesulitan ketika belajar, kegagalan di ujian, pertemuan dengan orang serta lingkungan yang baru, adalah kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih ulet, lebih punya kontrol diri, lebih mampu menyesuaikan diri dan sebagainya. Sudahkah anda mengubah kronos menjadi kairos ?
Memanajemen waktu dengan tepat
Jika kita memahami waktu sebagai kairos, kita akan menyadari bahwa waktu itu begitu berharga. Mungkin ada banyak hal yang ingin kita lakukan dan kita alami dalam hidup ini, bagaimana cara mengaturnya ?
Ada 3 hal yang harus kita miliki: a goal - a plan - take action
A goal ( tujuan )
Apa tujuan yang ingin kita capai dalam hidup ini ? Mengapa kita ingin mencapai itu ? Masing-masing orang tentu berbeda, tapi setiap orang harus punya. Ini penting, karena banyak orang yang menjalani hari-hari hidupnya tanpa tahu untuk apa ia hidup, mau ke mana ia menuju. Hidup menjadi seperti petualangan tanpa arah atau hanya sebuah rutinitas. Padahal hidup adalah sebuah perjalanan yang perlu direncanakan dengan baik. Jika anda belum menemukan tujuan hidup anda, ambillah waktu untuk menggumulkan hal itu. Bila perlu mintalah bantuan pada orang yang mampu membimbing anda. Ini adalah langkah awal yang penting. Jangan di hari tua kita baru menyesal " Mengapa aku tidak menata hidupku sejak muda " atau kita baru menyadari " Mengapa hidupku jadi begini ? " Tentu di saat itu semuanya sudah terlambat.
Setelah kita tahu apa yang ingin kita capai dalam hidup ( ini adalah tujuan jangka panjang ), kita dapat melanjutkannya dengan membuat tujuan-tujuan atau target-target jangka pendek, sebagai langkah untuk mencapai tujuan akhir. Target untuk 5 tahun mendatang, target tahun ini, target semester ini, bahkan target hari ini. Tujuan/target bisa lebih dari satu, misalnya target dalam bidang studi, pekerjaan, spiritual, dan sebagainya. Buatlah target yang realistis ( sesuai kemampuan ) dan konkrit. Bila perlu tulislah pada kertas/buku catatan anda.
A plan ( rencana )
" If you fail to plan, you plan to fail." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah perencanaan. Jika kita sudah punya tujuan/target yang jelas, kita dapat merencanakan langkah dan cara untuk mencapai hal itu. Beberapa langkah yang dapat kita lakukan adalah :  
-Mengatur aktivitas
Evaluasi kembali aktivitas-aktivitas yang biasa kita lakukan selama ini. Dari sekian banyak aktivitas yang ada, pilihlah mana yang perlu dilakukan, mana yang tidak. Apa aktivitas yang lebih baik kita lakukan di waktu luang, misalnya: apakah kita sering memboroskan waktu untuk nonton VCD atau jalan-jalan ke Mall ? Apakah ada kegiatan yang lebih bermanfaat yang dapat kita lakukan ? Mungkin belajar bahasa Inggris, jika ternyata kita punya tujuan menjadi ahli komputer sedangkan kemampuan bahasa Inggris kita masih kurang. Jadi kita men-seleksi aktivitas dalam rangka mencapai tujuan yang sudah kita targetkan.  
-Menentukan prioritas
Dari sekian banyak aktivitas yang sudah kita seleksi, terkadang kita masih ingin melakukan banyak hal : kuliah, les Inggris, les musik, olahraga, kumpul dengan teman-teman, ikut organisasi atau pelayanan, bekerja paruh waktu, dan sebagainya. Jika kita ingin melakukan semuanya, mungkin bisa, tapi hasilnya belum tentu optimal, dan bisa jadi yang terpenting justru terabaikan. Misalnya: karena terlalu asyik berorganisasi, kuliah jadi terlantar.
Kita harus menentukan aktivitas-aktivitas yang harus mendapat prioritas utama, dan aktivitas-aktivitas yang boleh kita lakukan, namun pada porsi yang tepat. Sebagai contoh: olahraga itu penting, kita perlu menyediakan waktu untuk itu, tapi tidak perlu menjadi prioritas utama, jika tujuan kita bukan untuk menjadi seorang atlit. Jika suatu saat kita dihadapkan pada dua pilihan, misalnya sore ini harus kerja kelompok padahal bersamaan dengan jadwal main basket dengan teman-teman. Kita bisa menentukan mana yang harus kita dahulukan, karena kita tahu apa prioritas kita.  
-Membuat rencana yang realistis
Jika kita sudah menentukan target yang realistis, maka kita juga perlu membuat rencana yang realistis. Misalkan dalam semester pertama kita punya target untuk mencapai IP di atas 2,5, kita membuat rencana agar target itu tercapai. Kita membuat jadwal belajar secara teratur, berapa jam sehari, kapan waktu yang terbaik, dan sebagainya. Buatlah semua itu secara realistis, sehingga kita dapat sungguh-sungguh melaksanakannya.  
-Melaksanakan rencana secara fleksibel
Terkadang rencana yang sudah kita buat, terganggu oleh hal-hal yang tidak terduga. Misalkan nanti malam adalah jadwal kita belajar, tapi ternyata ada acara penting yang harus kita hadiri. Jika acara itu memang penting dan tidak dapat ditunda, batalkan jadwal belajar dan carilah waktu pengganti. Tapi perlu diwaspadai, jangan suka mengubah rencana karena tergoda dengan hal-hal yang kurang penting. Jika ada kegiatan di luar rencana yang ingin kita lakukan, aturlah waktu sehingga hal yang penting tetap dapat kita laksanakan.  
-Membuat agenda harian
Mempunyai jadwal kegiatan harian akan sangat membantu kita untuk memanajemen waktu yang kita miliki setiap hari, namun tidak semua orang mau membuatnya secara detil. Paling tidak kita harus mencatat hal-hal penting yang harus kita lakukan di agenda harian, sehingga di pagi hari kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan pada hari itu dan bagaimana cara kita mengatur waktu untuk menyelesaikan semuanya. Target jangka panjang akan tercapai jika kita mampu mendisiplin diri untuk menyelesaikan target-target harian.
Take action ( bertindak )
Lakukan apa yang sudah direncanakan! Jika tidak, semua target dan rencana yang kita buat tidak punya arti apa-apa. Beberapa hal yang harus kita waspadai :  
-Jika 'penyakit' malas menyerang
" Saya lagi nggak mood "; " Waktunya nggak pas buat belajar " dan sebagainya. 
-Kebiasaan menunda pekerjaan
" Besok masih ada waktu kok "; " Sebentar lagi ah "; " Ujiannya kan masih minggu depan "  
-Tidak mampu mendisiplin diri sendiri
Kalau sudah terlanjur nonton televisi atau main game, lupa segalanya 
-Tidak berani berkata "tidak"
'Sungkan' menolak teman yang tiba-tiba mengajak keluar atau ngobrol lewat telepon
Kemampuan memanajemen waktu berkaitan erat dengan kebiasaan kita sehari-hari. Jika kita sudah terbiasa hidup tanpa planning, atau terbiasa menunda-nunda sesuatu, akan sangat sulit mendisiplin diri dengan jadwal waktu yang terencana. Mengubah kebiasaan adalah hal yang sulit, namun kesuksesan diraih dengan kemauan dan keberanian untuk berubah. Berubah ke arah yang lebih baik dari hari ke hari, terutama dalam hal manajemen waktu.
There never has been, and cannot be, a good life
without self control
- Leo Tolstoy -
Referensi :
Pauk, Walter. 1984. How to Study in College, Boston : Houghton Mifflin Company.
Tong, Stephen. 1996. Pemuda dan Krisis Zaman, Jakarta : Stephen Tong Evangelistic Ministries International.

Rabu, 06 April 2011

Multimedia Interaktif Untuk Pembelajaran Fisika R-SMA-BI

Multimedia merupakan gabungan dari berbagai media, meliputi gambar, audio, video, animasi, teks, dsb. Interaktif artinya mampu untuk melakukan interaksi, komunikasi dua arah. Multimedia Interaktif merupakan gabungan dari berbagai media yang terintegrasi,mampu melakukan interaksi dengan pengguna. Pengguna dapat memilih informasi tertentu saja tanpa harus melihat semua informasi yang ada di dalam multimedi tersebut, itulah salah satu indikasi dari interaktif.

Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) merupakan langkah yang harus di tempuh oleh sekolah reguler yang ada saat ini untuk menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Minimal dalam waktu 5 tahun, sebuah sekolah rintisan dapat menjadi SBI. Pembelajaran pada RSBI itu mengacu pada proses pembelajaran di SBI, yakni pembelajaran berbahasa Inggris dan berbasis ICT.

Untuk memenuhi hal tersebut, maka diterbitkanlah sebuah website pembelajaran, khusus untuk pembelaja ran Fisika berbahasa Inggris tingkat High Senior School atau SMA. Webiste ini diharapkan mampu membantu siswa R-SMA-BI dalam memahami Fisika berbahasa Inggris dengan menyenangkan. Di dalam website ini telah tersedia gambar, animasi dan video yang terintegrasi menyuguhkan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pengguna tidak hanya bisa menikmati berbagai fitur menarik, tetapi juga dapat mengunduh berbagai materi pelajaran yang ada, dalam format pdf. Untuk melihat website pembelajaran interaktif  yang di ciptakan oleh Sdr Amra Ahmad (Padang, Indonesia) ini pengguna dapat mengunjungi http://mediaphysic.co.tv

Semoga bermanfaat!

Label: , , , , , , , , ,

Senin, 04 April 2011

Kajian Fisika dalam Al-Quran

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:
“…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25)
Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.
Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.
http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz – Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)


Label: , , , ,

Sabtu, 02 April 2011

Materi Kompilasi Pembelajaran Fisika : Electronicamipa.co.tv

Saat ini Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang telah memiliki program khusus untuk mempersiapkan calon tenaga pendidik yang berkualitas Internasional. Program tersebut dikenal dengan ISTE (International Standart Teacher Education). Khusus untuk pembelajaran Elektronika Instrumentasi, untuk mendukung terciptanya pembelajaran yang dinamis, maka diluncurkan sebuah website pembelajaran yang diharapkan mampu menjadi teman belajar bagi mahasiswa. Berisi lengkap materi tentang electrical instrumentation.

Untuk merasakan pesona dan keunggulan dari webste ini, dapat langsung menuju http://electronicamipa.co.tv . Website ini di kompilasi oleh Drs. H. Asrizal, M. Si da Drs. H. Syufrawardi , dengan editor  Sdr Rudi Hartono, S. Pd dan Amra Ahmad, S.Pd. Tidak hanya berisi materi, tetapi pada website ini mahasiswa juga dapat mendownload materi dalam format pdf, terhubung dengan beberapa situs yang telah mendunia. Selamat Menikmati.

Label: , , , , , , ,

Selasa, 22 Februari 2011

Crying Baby Draws Blunted Response in Depressed Mom's Brain

ScienceDaily (Feb. 22, 2011) — Mothers who are depressed respond differently to their crying babies than do non-depressed moms. In fact, their reaction, according to brain scans at the University of Oregon, is much more muted than the robust brain activity in non-depressed moms.

An infant crying is normal, but how mothers respond can affect a child's development, says Jennifer C. Ablow, professor of psychology. For years, Ablow has studied the relationship of behavior and physiological responses such as heart rate and respiration of mothers, both depressed and not, when they respond to their infants' crying.
A new study -- online in advance of publication in the journal Social Cognitive and Affective Neuroscience -- provides the first look at brain activity of depressed women responding to recordings of crying infants, either their own or someone else's. The brains of 22 women were scrutinized using functional magnetic resonance imaging (fMRI).
Non-invasive fMRI, when focused on the brain, measures blood flow changes using a magnetic field and radio frequency pulses, producing detailed images that provide scientists with information about brain activity or help medical staff diagnose disease.
Researchers considered both group differences between women with chronic histories of depression and those with no clinical diagnoses, and more subtle variations in the women's brain activity related to current levels of depressive symptoms. All were first time mothers whose babies were 18 months old.
"It looks as though depressed mothers are not responding in a more negative way than non-depressed mothers, which has been one hypothesis," said Heidemarie K. Laurent, assistant professor at the University of Wyoming, who led the study as a postdoctoral researcher in Ablow's lab. "What we saw was really more of a lack of responding in a positive way."
As a group, brain responses in non-depressed mothers responding to the sound of their own babies' cries were seen on both sides of the brain's lateral paralimbic areas and core limbic sub-cortical regions including the striatum, thalamus and midbrain; depressed mothers showed no unique response to their babies. Non-depressed mothers activated much more strongly than depressed mothers in a subcortical cluster involving the striatum -- specifically the caudate and nucleus accumbens -- and the medial thalamus. These areas are closely associated with the processing of rewards and motivation.
"In this context it was interesting to see that the non-depressed mothers were able to respond to this cry sound as a positive cue," Laurent said. "Their response was consistent with wanting to approach their infants. Depressed mothers were really lacking in that response. "
In a separate comparison, mothers who self-reported that they were more depressed at the time of their fMRI sessions displayed diminished prefrontal brain activity, particularly in the anterior cingulate cortex, when hearing their own baby's cries. This brain region, Laurent said, is associated with the abilities to evaluate information and to plan and regulate a response to emotional cues.
The important message of the study, Ablow and Laurent said, is that depression can exert long-lasting effects on mother-infant relationships by blunting the mother's response to her infant's emotional cues.
"A mother who is able to process and act upon relevant information will have more sensitive interactions with her infant, which, in turn, will allow the infant to develop its own regulation capacities," Ablow said. "Some mothers are unable to respond optimally to their infant's emotional cues. A mother's emotional response requires a coordination of multiple cortical and sub-cortical systems of the brain. How that plays out has not been well known."
The findings may suggest new implications for treating depression symptoms in mothers, Laurent said. "Some of these prefrontal problems may be changed more easily by addressing current symptoms, but there may be deeper, longer-lasting deficits at the motivational levels of the brain that will take more time to overcome," she said.
We regard the findings as a "jumping-off point" to better understand the neurobiology of the mothering brain, said Ablow, co-director of the UO's Developmental Sociobiology Lab. "In our next study, we plan to follow women from the prenatal period through their first-year of motherhood to get a fuller picture of how these brain responses shape mother-infant relationships during a critical period of their babies' development."
The National Science Foundation, through a grant to Ablow, and a National Institute of Mental Health postdoctoral fellowship to Laurent, funded the research. The project also received a pilot grant from the UO Brain Biology Machine Initiative through the Lewis Center for Neuroimaging.


Story Source:
The above story is reprinted (with editorial adaptations by ScienceDaily staff) from materials provided by University of Oregon, via EurekAlert!, a service of AAAS.

Journal Reference:
  1. H. K. Laurent, J. C. Ablow. A cry in the dark: depressed mothers show reduced neural activation to their own infant's cry. Social Cognitive and Affective Neuroscience, 2011; DOI: 10.1093/scan/nsq091
Link Source : http://www.sciencedaily.com/releases/2011/02/110222140556.htm

Label: , , , , ,

Minggu, 20 Februari 2011

http://mediaphysic.co.tv


Nawala project dns filter sangat efektif memblokir beberapa situs yang di anggap terlarang. namun bagi anda yang merasa di rugikan karena situs kesayangan anda tidak bisa dibuka, disini ada 10 Cara membuka Blokir NAWALA.
Di bawah ini ada beberapa cara yang dapat Anda coba untuk mengakses situs-situs yang diblokir.
1. Menggunakan alamat IP
Apabila aplikasi yang digunakan hanya memblokir nama domain saja (misal: www.google.com), ini dapat disiasati dengan menggunakan alamat IP situs tersebut misalnya untuk google : http://209.85.171.99/).
Untuk mengetahui alamat IP sebuah situs, kita dapat mencoba melakukan ping terhadap situs tersebut. Caranya masuk ke command prompt (Start > Run > ketik: cmd > Enter) dan ketik ping nama_situs.com lalu tekan enter. Maka akan muncul alamat IP situs tersebut.
2. Menggunakan Proxy di Browser
Ada banyak sekali proxy gratis yang dapat Anda temukan di internet, beberapa situs yang bisa Anda pakai secara gratis:
http://www.freshproxylist.org
http://www.samair.ru
http://www.freshproxylist.net
http://www.freshproxylist.com
http://www.proxynext.com
Setelah Anda memilih salah satu proxy dari situs-situs di atas, konfigurasi browser Anda untuk menggunakan proxy tersebut.
3. Menggunakan Layanan Short URL
Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan layanan url shortening seperti :
http://www.tinyurl.com
http://www.moourl.com
http://www.snipurl.com
http://www.shorturl.com
4. Menggunakan Arsip Online dan Cache
Beberapa mesin pencari seperti Google dan Yahoo menyimpan tembolok berbagai situs populer yang tetap bisa melihat isi dari situs walaupun yang aslinya telah diblok atau dihapus sekalipun.
Klik link bertuliskan ‘cached’ maka kita akan dibawa ke halaman tembolok dari mesin pencari (apabila disimpan).
5. Menggunakan Layanan Anonymizer
Menggunakan layanan anonymizer, alamat IP dan informasi Anda yang lain tidak akan diketahui oleh situs yang Anda kunjungi.
Kebanyakan layanan seperti ini adalah berbayar, namun ada beberapa yang masih tersedia gratis seperti :
http://www.anonymouse.org
http://www.dailybestlinks.com
http://www.youhide.com
http://www.youhide.info

6. Menggunakan Penerjemah Online / Translator Online
Layanan penerjemah online yang terkenal seperti
http://world.altavista.com
http://translate.google.com
http://www.worldlingo.com
http://www.windowslivetranslator.com
Cukup masukkan URL situs yang diblok dan pilih opsi terjemahan ke dalam bahasa yang Anda inginkan (atau bahasa yang sama).
7. Berlangganan RSS Feed
Trik yang ini mungkin tidak berlaku untuk berbagai situs, tetapi jika situs yang ingin Anda kunjungi menyediakan fitur sindikasi RSS, (biasanya situs berita dan blog), Anda dapat mencoba untuk berlangganan dan membacanya dengan sebuah RSS/Feed Reader.
Layanan RSS/ Feed Reader yang dapat Anda gunakan bisa berupa aplikasi desktop (Feed Demon, Feed Reader dan Sharp Reader), web browser Firefox, Opera, IE dan lain-lain, atau dengan tambahan ekstensi (InfoRSS, Sage, dan NewsFox), dan yang terakhir menggunakan aplikasi online (Google Reader dan Feed Show).
8. Berlangganan Melalui Email
Layanan terbaik untuk cara yang ini adalah http://www.mail2web.com/.
Kita dapat berlangganan situs-situs favorit kita melalui email. Anda juga dapat berlangganan banyak situs sekaligus yang diatur dalam folder-folder sehingga tertata rapi. Setiap kali halaman situs berubah, Web2Mail akan secara otomatis mengirimkan halaman baru ke alamat email Anda. Anda juga dapat mengatur apa saja dan kapan dikirimkan.
Ada juga layanan RSSFWD yang akan secara otomatis mengubah RSS menjadi email yang dikirimkan ke akun email Anda.
9. Menggunakan Google Mobile Search
Anda juga dapat mencoba menggunakan Google mobile search, tetapi biasanya hasil yang didapat tidak maksimal.
10. Menggunakan DNS public dari Google.

Label: , ,